Skip to main content

Posts

Featured

Lelahmu untuk apa

"Lelah, ya..." Betapa sering kata itu terlantun dari lisan kita, menjadi keluh kesah harian yang seolah tak pernah usai. Sebuah realita yang menyentuh hampir setiap insan. Seorang kepala keluarga berangkat sebelum fajar menyingsing, menghadapi kemacetan, tuntutan pekerjaan, dan pulang ketika bintang-bintang telah berkelip. Rutinitas itu bagai roda yang berputar tanpa henti. Lelah, sudah pasti. Seorang ibu rumah tangga. Pekerjaannya tak pernah berujung. Dari memulai hari dengan menyiapkan bekal, membersihkan setiap sudut rumah, menjemput dan mengantar anak, hingga menyambut suami dengan senyuman. Seolah tak ada tombol 'pause'. Capek, itu nyata. Ya, lelah memang. Tapi, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: "Untuk apa semua lelah ini?" Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa setiap rasa capek yang kita keluhkan itu sebenarnya adalah ladang amal yang sedang disemai? Alih-alih melihatnya sebagai beban, apa yang akan terjadi jika kita memandangnya sebagai unda...

Latest Posts

Berlomba-lomba dalam Kebaikan